twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

"Buat Film Kartun”


Animasi merupakan sutu teknik yang banyak sekali dipakai di dalam dunia film dewasa ini, baik sebagai suatu kesatuan yang utuh, bagian dari suatu film, maupun bersatu dengan film live. Dunia film sebetulnya berakar dari fotografi, sedangkan animasi berakar dari dunia gambar, yaitu ilustrasi desain grafis (desain komunikasi visual). Melalui sejarahnya masing-masing, baik fotografi maupun ilustrasi mendapat dimensi dan wujud baru di dalam film live dan animasi.

Asal Mula Teknik Film Animasi
Keinginan manusia untuk membuat gambar atau santiran (image) yang hidup dan bergerak sebagai pantara dari pengungkapan (expression) mereka, merupakan perwujudan dari bentuk dasar animasi yang hidup berkembang. Kata animasi itu sendiri sebenarnya penyesuaian dari kata animation, yang berasal dari kata dasar to animate, dalam kamus umum Inggris-Indonesia berarti menghidupkan (Wojowasito 1997). Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati; Suatu benda mati diberikan dorongan kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup dan bergerak, atau hanya berkesan hidup.

Orang Mesir kuno menghidupkan gambar mereka dengan urutan gambar-gambar para pegulat yang sedang bergumul, sebagai dekorasi dinding. Dibuat sekitar tahun 2000 sebelum Masehi (Thomas 1958:8)

Lukisan Jepang kuno memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup, dengan menggelarkan gulungan lukisan, dibuat pada masa Heian(794-1192) (ensiklopedi Americana volume 19, 1976). Kemudian muncul mainan yang disebut Thaumatrope sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa lembaran cakram karton tebal, bergambar burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri kanannya diikat seutas tali, bila dipilin dengan tangan akan memberikan santir gambar burung itu bergerak (Laybourne 1978:18).

Hingga di tahun 1880-an, Jean Marey menggunakan alat potret beruntun merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan manusia dan binatang lainnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film hidup yang berkembang sampai saat ini. Dan di tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar animasi ayng disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan gambar animasi yang diputar dan diproyeksikan pada sebuah cermin menjadi suatu gerak film, sebuah alat cikal bakal proyektor pada bioskop (Laybourne 1978:23).

Kedua pemula pembuat film bioskop, berasal dari Perancis ini,dianggapsebagai pembuka awal dari perkembangan teknik film animasi(Ensiklopedi AmericanavoLV1,1976:740)

Sepuluh tahun kemudian setelah film hidup maju dengan pesat-nya di akhir abad ke 19. Di tahun 1908, Emile Cohl pemula dari Perancis membuat film animasi sederhana berupa figure batang korek api. Rangkaian gambar-gambar blabar hitam(black-line) dibuat di atas lembaran putih, dipotret dengan film negative sehingga yang terlihat figur menjadi putih dan latar belakang menjadi hitam.

Sedangkan di Amerika Serikat Winsor McCay (lihat gambar disamping) membuat film animasi “Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Figur digambar blabar hitam dengan latar belakang putih. Menyusul di tahun-tahun berikutnya para animator Amerika mulai mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-an; Max Fleischer mengembangkan “Ko Ko The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”. Rangkaian gambar-gambar dibuat sesederhana mungkin, di mana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya. McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan.

Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu lembaran tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut “cell”. Pemula lainnya di Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembangkan film animasi bayangan, dan Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film animasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. Gambar berikut adalah tokoh “Gertie The Dinosaurs”, dan “Felix the Cat”

George Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi pendeknya, pada tahun 1934 di Belanda. Dan Alexsander Ptushko dari Rusia membuat film animasi boneka panjang “The New Gulliver” di tahun 1935.

Di tahun 1935 Len Lye dari Canada, memulai menggambar langsung pada film setelah memasuki pembaharuan dalam film berwarna melalui film”Colour of Box”. Perkembangan Teknik film animasi yang terpenting, yaitu di sekitar tahun 1930-an. Dimana muncul film animasi bersuara yang dirintis oleh Walt Disney dari Amerika Serikat, melalui film”Mickey Mouse”, “Donald Duck” dan ” Silly Symphony” yang dibuat selama tahun 1928 sampai 1940.

Pada tahun 1931 Disney membuat film animasi warna pertama dalam filmnya “Flower and Trees”. Dan film animasi kartun panjang pertama dibuat Disney pada tahun 1938, yaitu film “Snow White and Seven Dwarfs”.

Demikian asal mula perkembangan teknik film animasi yang terus berkembang dengan gaya dan ciri khas masing-masing pembuat di berbagai Negara di eropa, di Amerika dan merembet sampai negaranegara di Asia. Terutama di Jepang, film kartun berkembang cukup pesat di sana, hingga pada dekade tahun ini menguasai pasaran film animasi kartun di sini dengan ciri dan gayanya yang khas.

Beberapa Jenis Teknik Film Animasi
Berdasarkan materi atau bahan dasar obyek animasi yang dipakai, secara umum jenis teknik film animasi digolongkan dua bagian besar, film animasi dwi-matra (flat animation) dan film animasi trimatra(object animation).

Film animasi Dwi-matra (flat animation)
Jenis film animasi ini seluruhnya menggunakan bahan papar yang dapat digambar di atas permukaannya. Disebut juga jenis film animasi gambar, sebab hamper semua obyek animasinya melalui runtun kerja gambar. Semua runtun kerja jenis film animasi ini dikerjakan di atas bidang datar atau papar.

Beberapa jenis film animasi dwi-matra adalah:

a. Film animasi sel(Cel Technique)
Jenis film animasi ini merupakan teknik dasar dari film animasi kartun (cartoon animation). Teknik animasi ini memanfaatkan serangkaian gambar yang dibuat di atas lembaran plastic tembus pandang, disebut sel.

Figur animasi digambar sendiri-sendiri di atas sel untuk tiap perubahan gambar yang bergerak, selain itu ada bagian yang diam, yaitu latar belakang (background), dibuat untuk tiap adegan, digambar memanjang lebih besar daripada lembaran sel.

Lembaran sel dan latar diberi lobang pada salah satu sisinya, untuk dudukan standar page pada meja animator sewaktu di gambar, dan meja dudukan sewaktu dipotret.

b. Penggambaran langsung pada film
Tidak seperti pada film animasi lainnya, jenis film animasi ini menggunakan teknik penggambaran obyek animasi dibuat langsung pada pita seluloid baik positif atau negative, tanpa melalui runtun pemotretan kamera stop frame, untuk suatu kebutuhan karya seni yang bersifat pengungkapan. Atau yang bersifat percobaan, mencari sesuatu yang baru.

Film Animasi Tri-matra (Object Animation)
Secara keseluruhan, jenis film animasi tri-matra menggunakan teknik runtun kerja yang sama dengan jenis film animasi dwi-matra, bedanya obyek animasi yang dipakai dalam wujud tri-matra. Dengan memperhitungkan karakter obyek animasi, sifat bahan yang dipakai, waktu, cahaya dan ruang.

Untuk mengerakkan benda tri-matra, walaupun itu mungkin, tapi cukup sulit untuk melaksanakannya, karena sifat bahan yang dipakai mempunyai ruang gerak yang terbatas. Tidak seperti jenis., film animasi gambar, bebas melakukanberbagai gerakan yang diinginkan.

Berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan, termasuk dalam jenis film animasi ini adalah :

a. Film Animasi Boneka (Puppet Animation)
Obyek animasi yang dipakai dalam jenis film animasi ini adalah boneka dan figur lainnya, merupakan penyederhanaan dari bentuk alam benda yang ada, terbuat dari bahan-bahan yang mempunyai sifat lentuk (plastik) dan mudah untuk digerakkan sewaktu melakukan pemotretan bingkai per bingkai, seperti bahan kayu yang mudah ditatah atau diukir, kain, kertas, lilin, tanah lempung dan lain-lain, untuk dapat menciptakan karakter yang tidak kaku dan terlalu sederhana.

b. Film Animasi Model
Obyek animasi tri-matra dalam jenis film ini berupa macammacam bentuk animasi ayng bukan boneka dan sejenisnya, seperti bentuk-bentuk abstark; balok, bola, prisma, piramida, silinder, kerucut dan lain-lain. Atau bentuk model, percontohan bentuk dari ukuran sebenarnya, seperti bentuk molekul dalam senyawa kimia, bola bumi.

Bentuk obyek animasi sederhana, penggunaannya pun tidak terlalu rumit dan tidak banyak membutuhkan gerak, bahan yang dipakai terdiri dari kayu, plastic keras dan bahan keras lainnya yang sesuai denga sifat karakter materi yang dimiliki, tetapi tidak berarti bahan lentuk tidak dipakai.

Disebut juga film animasi non-figur, karena keseluruhan cerita tidak membutuhkan tokoh atau figure lainnya. Jenis film Teknik yang memanfaatkan lembaran sel merupakan suatu pertimbangan penghematan gambar, dengan memisahkan bagian dari obyek animasi yang bergerak, dibuat beberapa gambar sesuai kebutuhan; dan bagian yang tidak bergerak, cukup dibuat sekali saja.

c. Film Animasi Potongan (Cut-out Animation)
Jenis film animasi ini, termasuk penggunaan teknik yang sederhana dan mudah. Figur atau obyek animasi dirancang, digambar pada lembaran kertas lalu dipotong sesuai dengan bentuk yang telah dibuat, dan diletakkan pada sebuah bidang datar sebagai latar belakangnya. Pemotretan dilakukan dengan menganalisis langsung tiap gerakan dengan tangan, sesuai denagn tuntutan cerita.

Dengan teknik yang sederhana, gerak figur atau obyek animasi menjadi terbatas sehingga karakternyapun terbatas pula. Karakter figur dibuat terpisah, biasanya, terdiri dari tujuh bagian yang berbeda; kepala, leher, badan, dua tangan dan dua kaki. Untuk menggerakkan dan menghidupkan karakter, pemisahan itu bias disesuaikan dengan tuntutan cerita, bisa dibuat kurang dari bagian tadi atau lebih.

d. Film Animasi Bayangan (Silhoutte Animation)
Seperti halnya pertunjukan wayang kulit, jenis film animasi ini menggunakan cara yang hampir sama, figur atau obyek animasi berupa bayangan dengan latar belakang yang terang, karena pencahayaannya berada di belakang layer.

Teknik yang dipakai sama dengan film animasi potongan, yaitu figur digambar lalu dipotong sesuai dengan bentuk yang digambar dan diletakkan pada latar di meja dudukan kamera untuk dipotret. Bedanya di sini, kertas yang dipakai tidak seperti animasi potongan, bahan kertas berwarna atau diberi warna sesuai dengan kebutuhan, sedangkan film animasi bayangan seluruhnya menggunakan bahan kertas berwarna gelap atau warna hitam, baik itu figur atau obyek animasi lainnya.

e. Film Animasi Kolase (Collage Animation)
Yang selalu berhubungan dengan jenis film animasi ini adalah sebuah teknik yang bebas mengembangkan keinginan kita untuk menggerakkan obyek animasi semaunya di meja dudukan kamera. Teknik cukup sederhana dan mudah dengan beberapa bahan yang bisa dipakai; potongan Koran, potret, gambar-gambar, huruf atau penggabungan dari semuanya. Gambar dan berbagai bahan yang dipakai, disusun sedemikian rupa lalu dirubah secara berangsurangsur menjadi bentuk susunan baru, dimana tiap perubahan penempelan dipotret dengan kamera menjadi suatu bentuk film animasi yang bebas.

Software Pembuat Animasi

Software Animasi 2 Dimensi:
Macromedia Flash, CoRETAS, Corel R.A.V.E., After Effects, Moho, CreaToon, ToonBoom, Autodesk Animaton (1990-an) dll

Software Animasi 3 Dimensi:
Maya, 3D Studio Max, Maxon Cinema 4 D, LightWave, Softlmage, Poser, Motion Builder, Hash Animation Master, Wings 3D, Carrara, Infini-D, Canoma d

(lit12t)

Seperti Apa yaaa.....?????
"Salatiga Film Festival di Tahun 2011"



Gambaran Sekilas..........
 
Salatiga Film Festival (SaFFest) merupakan Festival Film yang baru pertama kali diadakan oleh Komunitas Film yang berada di kota Salatiga, Jawa Tengah yaitu Finger Kine Klub dibawah naungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana. Dengan mengusung Tema “Hijaulah Negeriku” dan dengan berfokus pada jenis Film “Fiksi-pendek”, dalam kegiatan ini SaFFest mengajak Komunitas Film se-Indonesia untuk bergabung dan mengikuti Festival yang akan diadakan pada bulan Mei 2011 di Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana. Waktu itu, SaFFest menayangkan "Lost In Papua" untuk nonton bareng, dan anime dari mahasiswa untuk menonton film tersebut sangat banyak. Rangkaian kegiatan SaFFest juga saat itu sangat menarik karena menyimpan kesan tersendiri.


YANG PASTIIIIIIIIIII............!!!!!!!!!
 
Kerenkan SaFFest tahun kemarin? SaFFest tahun ini (2012) juga ditahun yang akan datang, pasti selalu akan keren dengan inovasi dan kreatifitas yang berbeda-beda tiap tahunnya yang menampilkan ciri khas tersendiri dimasing-masing tahunnya. Maka dari itu, jangan pernah lewatkan kegiatan "Salatiga Film Festival" disetiap kesempatan.


"SEMANGAT untuk kegiatan SALATIGA FILM FESTIVAL 2012!!!!!"


MENGOBATI KECANDUAN NONTON
Acara televisi saat ini cukup menarik dan terus berkembang dari waktu ke waktu, menyesuaikan  dengan selera penonton televisi. Perusahaan penyiar tv alias stasiun tv berlomba-lomba untuk menarik perhatian masyarakat dengan berbagai tayangan tanpa memungut bayaran.
Salah satu program yang disukai stasiun televisi untuk ditayangkan adalah acara yang dapat membuat pemirsa terus-menerus ingin melihatnya dengan program acara bersambung. Penonton yang terlena bisa terjerat dengan cerita bersambung sehingga ingin terus mengetahui cerita selanjutnya.
Salah satu dampat buruk sinetron bersambung adalah dapat membuat penonton setia penasaran dan dia akan bertekad untuk tahu kelanjutannya. Dengan begitu waktu luang maupun waktu yang ada jadwalnya jadi berubah jadi waktu nonton. Yang bahaya adalah jika ada pekerjaan penting atau acara penting ditinggalkan hanya untuk menonton acara bersambung seperti sinetron, film kartun, telenovela, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk bebas dari penasaran acara tv bersambung :
1. Jangan pernah nonton acara tv bersambung untuk menghindari rasa penasaran yang siap membuang waktu berharga kita. Tontonlah tontonan yang seri lepas alias satu episode langsung tamat tidak ada sambungannya.
2. Jika tidak sengaja melihat acara bersambung dan mulai tertarik, maka hentikanlah. Anggap saja acara itu acara biasa saja dan endingnya tidak bagus.
3. Jika sudah kecanduan maka cara yang terbaik untuk menghilangkan rasa ingin tahu kelanjutan cerita adalah mengarang cerita itu sendiri hingga tamat dan meyakini itu adalah cerita yang sebenarnya. Degan begitu rasa ingin tahu akan mulai menghilang. Ketika acara sedang ditayangkan jangan menonton. Lakukan aktivitas yang menyibukkan agar kita tidak sempat menonton acara tv.
4. Jika sudah parah, maka saat sebelum acara berlangsung ungsikan diri anda di tempat yang tidak ada pesawat televisi. Hingga acara selesai barulah boleh kembali normal seperti biasa. Lakukan berulang-ulang hingga kita lupa dan hilang nafsu pada acara bersambung tersebut. Jika tidak bisa juga terpaksa anda harus mengunjungi dokter jiwa terdekat atau orang yang bisa kita curhati.


"Mengintip Asal-muasal Film Animasi"




Animasi merupakan sutu teknik yang banyak sekali dipakai di dalam dunia film dewasa ini, baik sebagai suatu kesatuan yang utuh, bagian dari suatu film, maupun bersatu dengan film live. Dunia film sebetulnya berakar dari fotografi, sedangkan animasi berakar dari dunia gambar, yaitu ilustrasi desain grafis (desain komunikasi visual). Melalui sejarahnya masing-masing, baik fotografi maupun ilustrasi mendapat dimensi dan wujud baru di dalam film live dan animasi.
Untuk dapat mempergunakan media film ada dua masalah pokok yang harus dihadapi, yaitu masalah teknis film dan masalah teknik mengemukakan sesuatu dengan film atau biasa disebut teknik presentasi. Demikian juga dengan hal yang harus diketahui di dalam film animasi, yaitu masalah teknik animasi, dan masalah teknik mengkomunikasikan sesuatu dengan teknik animasi. Sering perkataan teknik berkomunikasi lebih akrab dikatakan seni berkomunikasi. Di dalam kenyataannya memang hal ini sangat erat hubungannya dengan berbagai bidang kegiatan seni, baik visual maupun verbal atau teateral. Bagi seorang perencana komunikasi, kegiatan ini sangat penting dimengerti. Seorang pembuat film akan mengahadapi masalah teknik membuat film dan seni membuat film..

Keinginan manusia untuk membuat gambar atau santiran (image) yang hidup dan bergerak sebagai pantara dari pengungkapan (expression) mereka, merupakan perwujudan dari bentuk dasar animasi yang hidup berkembang. Kata animasi itu sendiri sebenarnya penyesuaian dari kata animation, yang berasal dari kata dasar to animate, dalam kamus umum Inggris-Indonesia berarti menghidupkan (Wojowasito 1997). Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati; Suatu benda mati diberikan dorongan kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup dan bergerak, atau hanya berkesan hidup.
Sebenarnya, sejak jaman dulu, manusia telah mencoba menganimasi gerak gambar binatang mereka, seperti yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux Spanyol Utara, sudah berumur dua ratus ribu tahun lebih; Mereka mencoba untuk menangkap gerak cepat lari binatang, seperti celeng,bison atau kuda, digambarkannya dengan delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan bertumpuk (Hallas and Manvell 1973:23).

Orang Mesir kuno menghidupkan gambar mereka dengan urutan gambar-gambar para pegulat yang sedang bergumul, sebagai dekorasi dinding. Dibuat sekitar tahun 2000 sebelum Masehi (Thomas 1958:8) Lukisan Jepang kuno memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup, dengan menggelarkan gulungan lukisan, dibuat pada masa Heian(794-1192) (ensiklopedi Americana volume 19, 1976). Kemudian muncul mainan yang disebut Thaumatrope sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa lembaran cakram karton tebal, bergambar burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri kanannya diikat seutas tali, bila dipilin dengan tangan akan memberikan santir gambar burung itu bergerak (Laybourne 1978:18).
Hingga di tahun 1880-an, Jean Marey menggunakan alat potret beruntun merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan manusia dan binatang lainnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film hidup yang berkembang sampai saat ini. Dan di tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar animasi ayng disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan gambar animasi yang diputar dan diproyeksikan pada sebuah cermin menjadi suatu gerak film, sebuah alat cikal bakal proyektor pada bioskop (Laybourne 1978:23).

Kedua pemula pembuat film bioskop, berasal dari Perancis ini,dianggapsebagai pembuka awal dari perkembangan teknik film animasi(Ensiklopedi AmericanavoLV1,1976:740) 
Sepuluh tahun kemudian setelah film hidup maju dengan pesat-nya di akhir abad ke 19. Di tahun 1908, Emile Cohl pemula dari Perancis membuat film animasi sederhana berupa figure batang korek api. Rangkaian gambar-gambar blabar hitam(black-line) dibuat di atas lembaran putih, dipotret dengan film negative sehingga yang terlihat figur menjadi putih dan latar belakang menjadi hitam.
Sedangkan di Amerika Serikat Winsor McCay (lihat gambar disamping) membuat film animasi “Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Figur digambar blabar hitam dengan latar belakang putih. Menyusul di tahun-tahun berikutnya para animator Amerika mulai mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-an; Max Fleischer mengembangkan “Ko Ko The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”. Rangkaian gambar-gambar dibuat sesederhana mungkin, di mana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya. McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan. Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu lembaran tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut “cell”. Pemula lainnya di Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembangkan film animasi bayangan, dan Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film animasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. Gambar berikut adalah tokoh “Gertie The Dinosaurs”, dan “Felix the Cat”
George Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi pendeknya, pada tahun 1934 di Belanda. Dan Alexsander Ptushko dari Rusia membuat film animasi boneka panjang “The New Gulliver” di tahun 1935. Di tahun 1935 Len Lye dari Canada, memulai menggambar langsung pada film setelah memasuki pembaharuan dalam film berwarna melalui film”Colour of Box”. 

Perkembangan Teknik film animasi yang terpenting, yaitu di sekitar tahun 1930-an. Dimana muncul film animasi bersuara yang dirintis oleh Walt Disney dari Amerika Serikat, melalui film”Mickey Mouse”, “Donald Duck” dan ” Silly Symphony” yang dibuat selama tahun 1928 sampai 1940. Pada tahun 1931 Disney membuat film animasi warna pertama dalam filmnya “Flower and Trees”. Dan film animasi kartun panjang pertama dibuat Disney pada tahun 1938, yaitu film “Snow White and Seven Dwarfs”.

Demikian asal mula perkembangan teknik film animasi yang terus berkembang dengan gaya dan ciri khas masing-masing pembuat di berbagai Negara di eropa, di Amerika dan merembet sampai negaranegara di Asia. Terutama di Jepang, film kartun berkembang cukup pesat di sana, hingga pada dekade tahun ini menguasai pasaran film animasi kartun di sini dengan ciri dan gayanya yang khas.

Daftar Film Hollywood 2012


Underworld 4 2012
Release Date: 20 January 2012
Studio: Screen Gems (Sony)
Genre: Action, Horror, Science Fiction
Director: Mans Marlind,Bjorn Stein
Screenwriter: John Hlavin, J.Michael Straczynski
Official Website: EnterTheUnderworld.com
Starring: Kate Beckinsale
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Journey 2 The Mysterious Island 2012
Release Date : 27 Januari 2012
Genre : Drama, Action, Adventure, Sequel 3D Shot In 3D
Distributed by : Warner Bros Pictures
Directed by : Brad Peyton
Starring : Josh Hutcherson, Dwayne Johnson, Michael Caine, Vanessa Hudgnes, Kristin Davis, Luis Guzman

Ghost Rider Spirit Of Vengeance 2012
Release Date: 17 February 2012 (2D and 3D theaters)
Studio: Columbia Pictures (Sony)
Genre: Action, Thriller, Science Fiction, Sequel, Adaptation
Director: Mark Neveldine, Brian Taylor
Screenwriter:David Goyer, Mark Neveldine, Brian Taylor
Official Website: GhostRider-Movie.com
Starring: Nicolas Cage, Ciaran Hinds, Violante Placido, Idris Elba, Johnny Whitworth
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

21 Jump Street 2012
Release Date: 16 March 2012
Studio: Columbia Pictures (Sony)
Genre: Action, Comedy, Crime, Adaptation
Director: Phil Lord, Chris Miller
Screenwriter: Michael Bacall,Jonah Hill (story)
Official Website: 21JumpStreet-Movie.com
Starring: Jonah Hill, Channing Tatum,Ice Cube
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Clash Of The Titans 2 2012
Release Date: 23 March 2012 (2D and 3D theaters)
Studio: Warner Bros, Pictures, Legendary Pictures
Genre: Action, Adventure, Drama, Fantasy, Sequel, Adaptation
Director: Jonathan Liebesman
Screenwriter: Greg Berlanti, Dan Mazeau, David Leslie Johnson
Official Website: Clash-of-the-Titans.com
Starring: Sam Worthington, Gemma Arterton, Ralph Fiennes,Liam Neeson, Rosamund Pike
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Titanic 3D 2012
Release Date: April 2012 (3D theaters and IMAX 3D)
Studio: Paramount Pictures
Genre: Action, Adventure, Drama, Romance
Director: James Cameron
Screenwriter: James Cameron
Official Website: TitanicMovie.com
Starring: Leonardo DiCaprio, Kate Winslet, Billy Zane, Kathy Bates, Frances Fisher, Bernard Hill, Jonathan Hyde, Danny Nucci, Gloria Stuart, David Warner, Victor Garber, Bill Paxton
Running Time: Unknown
MPAA Rating: (PG-13) for disaster related peril and violence, nudity, sensuality and brief language.

The Avengers 2012
Release Date: 04 May 2012
Studio: Walt Disney Pictures
Genre: Action, Adventure, Science Fiction, Adaptation
Director: Joss Whedon
Screenwriter: Joss Whedon,Zak Penn
Official Website: Marvel.com/Avengers_Movie
Starring: Chris Evans, Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Jeremy Renner, Scarlett Johansson, Cobie Smulders, Samuel L.Jackson, Clark Gregg
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Battleship 2012
Release Date: 25 May 2012
Studio: Universal Pictures
Genre: Action, Adventure, Drama, War, Science Fiction, Adaptation
Director: Pete Berg
Screenwriter: Jon Hoeber, Erich Hoeber
Official Website: BattleshipMovie.com
Starring: Taylor Kitsch, Liam Neeson, Alexander Skarsgard, Rihanna, Hamish Linklater,Brooklyn Decker
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Men In Black III 2012
Release Date: 25 May 2012 (2D and 3D theaters)
Studio: Columbia Pictures (Sony)
Genre: Action, Comedy, Science Fiction, Fantasy, Sequel
Director: Barry Sonnenfeld
Screenwriter: EtanCohen, David Koepp
Official Website: MenInBlack.com
Starring: Will Smith, Tommy LeeJones, Emma Thompson, Josh Brolin, Jemaine Clement, Alice Eve, Nicole Scherzinger
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Madagascar 3 Moview 2012
Rilis Bioskop : 8 Juni 2012
Genre : Action, Adventure, Comedy, Sequel, Family 3D
Distributed by : Paramount Pictures
Directed by : Eric Darnell
Starring : Ben Stiller, Chris Rock, David Schwimmer, Jada Pinkett Smith, Sacha Baron Cohen, Frances McDormand

The Amazing Spider Man 4
Rilis Bioskop : 3 Juli 2012
Genre : Drama, Action, Adventure, Superhero, 3D, Shot In 3D
Distributed by : Sonny Pictures
Directed by : Marc Webb
Starring : Andrew Garfield (Peter Parker) Emma Stone, Rhys Ifans, Martin Sheen, Sally Field, Denis Leary

Batman 3 The Dark Knight Rises
Rilis Bioskop : 20 Juil 2012
Genre : Action, Adventure, Sequel, Crime Superhero, Gangster IMAX
Distributed by : Warner Bros Pictures
Directed by : Christopher Nolan
Starring : Tom Hardy, Anne Hathaway, Joseph Gordon Levitt

Total Recall 2012
Release Date: 03 August 2012
Studio: Columbia Pictures (Sony)
Genre: Action, Adventure, Science Fiction, Thriller, Remake, Adaptation
Director: Len Wiseman
Screenwriter:Kurt Wimmer
Official Website: TotalRecall-Movie.com
Starring: Colin Farrell
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

The Bourne Legacy 2012
Release Date: 03 August 2012
Studio: Universal Pictures
Genre: Action, Adventure, Thriller, Sequel, Adaptation
Director: Tony Gilroy
Screenwriter: Tony Gilroy, Dan Gilroy
Official Website: UniversalPictures.com
Starring: Unknown
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Resident Evil Retribution 2012
Release Date: 14 September 2012
Genre: Action, Adventure, Sequel, Fantasy Sci-Fi
Distributed By: Sony Screen Gems
Directed By: Paul W.S. Anderson (Rumored)
Starring: Milla Jovovich (Alice)

Halloween 3D 2012
Release Date: 26 October 2012
Genre: Sequel, Thriller, Suspense, Horror, 3D
Distributed By: Dimensions Films
Producers: Bob Weinstein Dan Malek Akkad
Directed By: Patrick Lussier
Starring: ???

James Bond 23 Black And Gold 2012
Release Date: 03 November 2012
Genre: Drama, Action, Adventure, Sequel, Thriller
Distributed By: Sony Pictures
Directed By: Sam Mendes
Starring: Daniel Craig, Judi Dench, Javier Bardem (In Talks), Freida Pinto Rumored), Olivia Wilde (Rumored), Simon Russell Beale (Rumored)

The Twilight Saga Breaking Dawn Part 2
Release Date: 16 November 2012 (conventional and IMAX theaters)
Studio: Summit Entertainment
Genre: Action, Drama, Thriller, Romance, Fantasy, Sequel, Adaptation
Director: Bill Condon
Screenwriter: Melissa Rosenberg
Official Website: Breaking Dawn-TheMovie.com
Starring: Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Ashley Greene, Dakota Fanning, Anna Kendrick, Peter Facinelli, Ashley Greene, Kellan Lutz, Jackson Rathbone, Elizabeth Reaser, Nikki Reed, Billy Burke, Maggie Grace, MyAnna Buring, Mia Maestro, Casey Labow, Christian Camargo, Mackenzie Foy
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Die Hard 5 2012
Release Date: TBA, 2012
Studio: 20th Century Fox
Genre: Action,Crime,Thriller,Sequel
Director: Noam Murro
Screenwriter: Skip Woods
OfficialWebsite: DieHardMovie.com
Starring: Bruce Willis
RunningTime: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

G.I. Joe 2 2012
Release Date: TBA, 2012
Studio: Paramount Pictures
Genre: Action, Adventure, Science Fiction, Sequel, Adaptation
Director: Unknown
Screenwriter: RhettReese, Paul Wernick
Official Website: GIJoemovie.com
Starring: Unknown
RunningTime: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Godzilla 2012
Release Date:TBA, 2012
Genre: Action, Adventure, Sequel, Sci-Fi
Distributed By: Warner Bros. Pictures
Producers: Thomas Tull, Dan Lin, Roy Lee, Brian Rogers, Jon Jashni
Directed By: Gareth Edwards
Starring: ???

Hitman 2 2012
Release Date: TBA, 2012
Studio: 20th Century Fox
Genre: Action, Crime, Thriller, Sequel, Adaptation
Director: Daniel Benmayor
Screenwriter: Daniel Casey
Official Website: HitmanMovie.com
Starring: Unknown
Running Time: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

Kung Fu Hustle 2 2012
Release Date: TBA, 2012
Genre: Action, Adventure, Sequel, Martial Arts, Comedy
Produced By: ???
Screenwriter: Tsang Kan Cheong, Stephen Chow, Xin Huo
Starring: Stephen Chow

Top Gun 2 2012
Release Date: TBA, 2012
Studio: Paramount Pictures
Genre: Action, Adventure, Drama, Romance, Sequel
Director: TonyScott
Screenwriter: Christopher McQuarrie
Official Website: Paramount.com
Starring: Tom Cruise
RunningTime: Unknown
MPAA Rating: Not Yet Rated

10 alasan berhanti menonton Sinetron

Hai kalian semua, bapak-bapak, ibu-ibu, tantae-tante, om-om, kakek-kakek, nenek-nenek, pokoknya semuanya yang masih menjadi pononton setia sinetron atau bahkan addict dengan sinetron, sampai-sampai kalau sehari tidak menonton sinetron serasa "sakau" rasanya.
Waktunya kalian berhenti menonton sinetron, kenapa ??? atau bahasa gaulnya sekarang "why"???
Karena..... Mungkin kali ini saya tidak akan menyinggung tentang tekhnik pengambilan gambar yang cuma berkisar antara close-up, medium shoot, OTS (Over the Shoulder), long shoot, full shoot, pokoknya shoot-shoot standar yang sering dipake oleh pemula. Belum ditambah blooper dimana-mana. Mungkin biar cepet kelar, biar honor cepat cair kali ya ??? Tapi itu bukan menjadi masalah utama. Masalah utama disini adalah segi ceritanya. Nah, dari segi ceritanya ini saya akan memberi 10 alasan untuk berhenti merokok, ehh...eh.. salah maksudnya berhenti menonton sinetron. Silakan disimak.
  1. Ceritanya hanya berkisar tentang cinta sama duit. Si baik pasti menawarkan cinta yang tulus, terus si jahat pasti menjadi penghalang si baik untuk mendapatkan cinta sejatinya supaya si jahat bisa dapat harta.
  2. Si tokoh baik utama, pasti digambarkan orang yang polos, mau dijahatin gimana pun tetap aja tidak marah. Ni bikin penonton kesal biasanya, ujung-ujungnya biar episode ditambah.
  3. Si tokoh baik utama pasti menderita, terus penderitaan yang dialami biasanya luar biasa dan datangnya bertubi-tubi. Kalau udah menderita lagi ntar sama si penulis skenario dibuat lagi dia menjadi menderita supaya ceritanya muter-muter.
  4. Terlalu banyak kekerasan, lebih tepatnya KDRT, suami nampar isteri, atau lebih parah ibu tiri mukulin dan anaknya alias si pemeran utama. Terus alasan dipukulnya tidak masuk akal.
  5. Yang paling sering muncul juga adalah balas dendam. Ngajarin orang balas dendam, gara-gara pacar direbut aja bisa sampe nyewa pembunuh bayaran. PARAH plus nggak masuk akal
  6. Tiap episode kurang lengkap tanpa air mata, terus pas lagi nangis disertai dengan dubbing kata-kata mutiara.
  7. Kalau penonton pikir ceritanya udah mau tamat pasti ceritanya dibuat muter-muter lagi sampe si jahat menang lagi untuk sementara. Ini bikin yang nonton gemes sampe lupa masakan gosong di dapur.
  8. Yang gak masuk akal, polisi, pengacara, alias penegak hukum biasanya bekerja sama dengan penjahat dalam film. Bikin rusak citra penegak hukum negeri sendiri.
  9. Anehnya, si jahat dalam film spertinya lebih jahat dari teroris. Jahatnya tuh kayaknya bawaan dari lahir gitu. Terus yang jahat biasanya orang kaya, yang walaupun udah kaya tapi tetap nyari harta terus. Gambarin orang kaya pasti jahat.
  10. Yang paling terakhir, kira-kira abis nonton sinetron penonton dapat pengetahuan apa??? Jawabannya "nothing" alias zonk. Buang waktu doang. paling-paling yang keingat cuma siksaan-siksaan serta kekerasan yang ada dalam film.
Mungkin gak semua sinetron itu jelek, tapi sinetron yang bermutu itu cuma seberapa doank. Paling ingat "KELUARGA CEMARA" sama "KIAMAT SUDAH DEKAT". Sekarang sudah waktunya kita berteriak "ENOUGH" untuk acara tv yang tak bermutu, dan mulai berhenti menonton sinetron yang ceritanya hanya menjadi racun dalam pikiran. Kalau rating sinetron yang gk berkualitas dan muraha udah turun, pasti akan diganti dengan sinetron yang lebih bermutu. Just info di Facebook juga ada gerakan anti sinetron murahan, kalau mau lihat klik disini, tapi yang buat bukan saya lho. Buat yang suka nonton televisi, just be wise !!!! GB us !!!!!
 

Search This Blog

End Wellcome

Selamat Datang di Situs Latihan Finger Kine Klub

Translate

Total Tayangan Halaman