Waktunya kalian berhenti menonton sinetron, kenapa ??? atau bahasa gaulnya sekarang "why"???
Karena..... Mungkin kali ini saya tidak akan menyinggung tentang tekhnik pengambilan gambar yang cuma berkisar antara close-up, medium shoot, OTS (Over the Shoulder), long shoot, full shoot, pokoknya shoot-shoot standar yang sering dipake oleh pemula. Belum ditambah blooper dimana-mana. Mungkin biar cepet kelar, biar honor cepat cair kali ya ??? Tapi itu bukan menjadi masalah utama. Masalah utama disini adalah segi ceritanya. Nah, dari segi ceritanya ini saya akan memberi 10 alasan untuk berhenti merokok, ehh...eh.. salah maksudnya berhenti menonton sinetron. Silakan disimak.
- Ceritanya hanya berkisar tentang cinta sama duit. Si baik pasti menawarkan cinta yang tulus, terus si jahat pasti menjadi penghalang si baik untuk mendapatkan cinta sejatinya supaya si jahat bisa dapat harta.
- Si tokoh baik utama, pasti digambarkan orang yang polos, mau dijahatin gimana pun tetap aja tidak marah. Ni bikin penonton kesal biasanya, ujung-ujungnya biar episode ditambah.
- Si tokoh baik utama pasti menderita, terus penderitaan yang dialami biasanya luar biasa dan datangnya bertubi-tubi. Kalau udah menderita lagi ntar sama si penulis skenario dibuat lagi dia menjadi menderita supaya ceritanya muter-muter.
- Terlalu banyak kekerasan, lebih tepatnya KDRT, suami nampar isteri, atau lebih parah ibu tiri mukulin dan anaknya alias si pemeran utama. Terus alasan dipukulnya tidak masuk akal.
- Yang paling sering muncul juga adalah balas dendam. Ngajarin orang balas dendam, gara-gara pacar direbut aja bisa sampe nyewa pembunuh bayaran. PARAH plus nggak masuk akal
- Tiap episode kurang lengkap tanpa air mata, terus pas lagi nangis disertai dengan dubbing kata-kata mutiara.
- Kalau penonton pikir ceritanya udah mau tamat pasti ceritanya dibuat muter-muter lagi sampe si jahat menang lagi untuk sementara. Ini bikin yang nonton gemes sampe lupa masakan gosong di dapur.
- Yang gak masuk akal, polisi, pengacara, alias penegak hukum biasanya bekerja sama dengan penjahat dalam film. Bikin rusak citra penegak hukum negeri sendiri.
- Anehnya, si jahat dalam film spertinya lebih jahat dari teroris. Jahatnya tuh kayaknya bawaan dari lahir gitu. Terus yang jahat biasanya orang kaya, yang walaupun udah kaya tapi tetap nyari harta terus. Gambarin orang kaya pasti jahat.
- Yang paling terakhir, kira-kira abis nonton sinetron penonton dapat pengetahuan apa??? Jawabannya "nothing" alias zonk. Buang waktu doang. paling-paling yang keingat cuma siksaan-siksaan serta kekerasan yang ada dalam film.







1 comments:
film apaan tuh terancam??? dari awal bikin bosan... buat yang menarik lah,,, keknya ga update lagi parah.
Posting Komentar