Seiring
dengan mulai gencarnya perfilman di Indonesia, dan diikuti dengan semakin
banyaknya komunitas-komunitas Film yang muncul di kalangan masyarakat
Indonesia, maka semakin banyak pula karya-karya sinematografi yang dihasilkan,
tetapi sayangnya perkembangan tersebut belum terlalu diperhatikan oleh
pihak-pihak pemerintahan, kurangya wadah untuk menyalurkan karya-karya sineas
ini cukup menjadi sorotan yang menarik perhatian.
Bertolak
dari permasalahan diatas maka pada tanggal 19 – 21 April 2012, untuk pertama
kalinya di Kota Salatiga diselenggarakan Festival film skala nasional yang
dikenal dengan “SALATIGA FILM FESTIVAL
(SAFFEST)”, Dimana Finger Kine Klub Salatiga sebagai penggagas diadakan
acara tersebut. Finger Kine Klub merupakan organisasi sekaligus komunitas film
indie di bawah naungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis(FEB) Universitas Kristen
Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Acara
ini merupakan kompetisi Film Indie (Film Independent) yang bertujuan untuk
melihat sejauh mana karya-karya anak bangsa dalam bidang sinematografi. Dalam
acara ini pihak SAFFEST mengundang juri yang sudah tidak diragukan lagi
pengalaman mereka di dunia perfilman Indonesia diantara nya Bapak Arturo G.P
dan Faozan Rizal.
Acara
yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai dengan pemutaran beberapa film
yang dikirimkan oleh peserta SAFFEST yang di ikuti oleh peserta dari beberapa
kota di Indonesia diantara nya berasala dari kota Bandung, Semarang, Aceh,
Jogjakarta, Solo dan beberapa kota lain nya.
Pada
hari kedua Salatiga Film Festival, kami mengadakan acara nonton bareng di
gedung auditorium FTI UKSW dengan menghadirkan film “Negeri di Bawah Kabut”
film documenter yang sempat menjadi juara pada Dubai Film Festival, tidak lupa
pihak SAFFEST menghadirkan Sutradara dari film tersebut Shalahudin Siregar.
Kemudian pada malam hari, kami mengadakan acara layar tancap yang bertempat di
halaman parkir UKSW.
Pada
hari terakhir acara SAFFEST, panitia kembali mengadakan nonton bareng film
“MELODI KOTA RUSA 2” dimana film ini pertama kalinya diputar di pulau jawa,
kehormatan bagi SAFFEST dapat menghadirkan film tersebut bersama sang pembuat
film tersebut, diantaranya Sutradara dari film tersebut Irham Acho Bachtiar,
serta pihak Merauke Enterprise dan tidak ketinggalan aktor dan pihak dinas Pariwisata
merauke.
Acara
yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan pengumuman dan penghargaan
untuk film terbaik yang diterima oleh film “RAHASIA”. Semoga dengan
deselenggarakan acara ini, selanjutnya akan semakin banyak peminat film di Kota
Salatiga yang memulai membuat dan terjun dalam bidang perfilman.
“Tetap
dukung terus perfilman Indonesia, Teruslah berkarya..”
“Continua
a apoiar a Indonesian industria cinematografica”
“Keep support the Indonesian’s film industry”
Salam
Sineas








0 comments:
Posting Komentar