twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

FILM MERAH PUTIH




Film ‘Merah Putih’ bercerita tentang kehidupan 5 pria di Sekolah Tentara Rakyat setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 1947. Mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius), Tomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola) dan Dayan (Rifnu Wikana). Tujuan mereka satu, menjadi pejuang yang kemerdekaan.

Kehidupan di pemusatan latihan tentara yang keras, membuat mereka harus belajar banyak soal dunia militer. Salah satunya tidak membuat keonaran dan kesalahan yang bodoh, kalau tidak, mereka akan dihukum. Awalnya perbedaan latar belakang suku, agama dan ras membuat beberapa hal tidak berjalan mulus, terutama antara Tomas dan Marius.

Tomas berasal dari keluarga peternak ayam yang bersuku Manado dan beragama Kristen. Sedangkan Marius adalah kaum atas asal Batavia. Alasan mereka pun berbeda untuk menjadi tentara, Tomas lebih berniat karena dia ingin membalas dendam atas ayahnya yang dibunuh tentara Belanda.

Saat itu memang Jepang sudah menyerah, namun Belanda berniat ingin mencaplok Indonesia lagi lewat agresi militernya. Mereka pun bersama tentara lainnya ditugaskan untuk memaksa Belanda mundur lewat pertempuran ‘hidup atau mati’.

‘Merah Putih’ adalah bagian pertama dalam sebuah kisah trilogi yang disutradarai oleh Yadi Sugandi. Dalam penggarapannya, ‘Merah Putih’ dibantu oleh sejumlah kru asing yang biasa mengarap film Hollywood. Diantaranya Adam Howarth, ahli efek khusus yang pernah terlibat dalam pengerjaan film Saving Private Ryan, Blackhawk Down, dan Harry Potter and The Sorcerer’s Stone. Selain itu, ada sutradara bidang laga Rocky McDonald (Mission Impossible II dan The Quiet American), jago make-up dan visual effects artist asal London Rob Trenton (sekuel Batman, The Dark Knight), serta ahli persenjataan asal Australia John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, X Men Origins; Wolverine). Bahkan sampai efek ledakan dan make up-nya dibuat sangat nyata sehingga bisa menggambarkan suasana peperangan. Anda pun bisa berpendapat sendiri bagaimana kualitas film yang berharga Rp 60 miliar.

Lokasi syuting lebih banyak di Bandungan, Ungaran, Jawa Tengah. Sisanya, syuting dilakukan di Jogjakarta, Depok, Bogor, dan Jakarta.

Cerita ‘Merah Putih’ dirasa tepat menjelang HUT RI ke-64 yang bisa kembali mengingatkan penonton akan arti nasionalisme. Tak hanya itu di tengah makin menjamurnya film horor, ‘Merah Putih’ bisa menjada pilihan penikmat film.

‘Merah Putih’ bisa disaksikkan mulai 13 Agustus 2009 di bioskop kesayangan Anda.


source: http://angga.web.id & http://akhdian.net

5 comments:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...

belajar banyak

 

Search This Blog

End Wellcome

Selamat Datang di Situs Latihan Finger Kine Klub

Translate

Total Tayangan Halaman