twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

10 alasan berhanti menonton Sinetron

Hai kalian semua, bapak-bapak, ibu-ibu, tantae-tante, om-om, kakek-kakek, nenek-nenek, pokoknya semuanya yang masih menjadi pononton setia sinetron atau bahkan addict dengan sinetron, sampai-sampai kalau sehari tidak menonton sinetron serasa "sakau" rasanya.
Waktunya kalian berhenti menonton sinetron, kenapa ??? atau bahasa gaulnya sekarang "why"???
Karena..... Mungkin kali ini saya tidak akan menyinggung tentang tekhnik pengambilan gambar yang cuma berkisar antara close-up, medium shoot, OTS (Over the Shoulder), long shoot, full shoot, pokoknya shoot-shoot standar yang sering dipake oleh pemula. Belum ditambah blooper dimana-mana. Mungkin biar cepet kelar, biar honor cepat cair kali ya ??? Tapi itu bukan menjadi masalah utama. Masalah utama disini adalah segi ceritanya. Nah, dari segi ceritanya ini saya akan memberi 10 alasan untuk berhenti merokok, ehh...eh.. salah maksudnya berhenti menonton sinetron. Silakan disimak.
  1. Ceritanya hanya berkisar tentang cinta sama duit. Si baik pasti menawarkan cinta yang tulus, terus si jahat pasti menjadi penghalang si baik untuk mendapatkan cinta sejatinya supaya si jahat bisa dapat harta.
  2. Si tokoh baik utama, pasti digambarkan orang yang polos, mau dijahatin gimana pun tetap aja tidak marah. Ni bikin penonton kesal biasanya, ujung-ujungnya biar episode ditambah.
  3. Si tokoh baik utama pasti menderita, terus penderitaan yang dialami biasanya luar biasa dan datangnya bertubi-tubi. Kalau udah menderita lagi ntar sama si penulis skenario dibuat lagi dia menjadi menderita supaya ceritanya muter-muter.
  4. Terlalu banyak kekerasan, lebih tepatnya KDRT, suami nampar isteri, atau lebih parah ibu tiri mukulin dan anaknya alias si pemeran utama. Terus alasan dipukulnya tidak masuk akal.
  5. Yang paling sering muncul juga adalah balas dendam. Ngajarin orang balas dendam, gara-gara pacar direbut aja bisa sampe nyewa pembunuh bayaran. PARAH plus nggak masuk akal
  6. Tiap episode kurang lengkap tanpa air mata, terus pas lagi nangis disertai dengan dubbing kata-kata mutiara.
  7. Kalau penonton pikir ceritanya udah mau tamat pasti ceritanya dibuat muter-muter lagi sampe si jahat menang lagi untuk sementara. Ini bikin yang nonton gemes sampe lupa masakan gosong di dapur.
  8. Yang gak masuk akal, polisi, pengacara, alias penegak hukum biasanya bekerja sama dengan penjahat dalam film. Bikin rusak citra penegak hukum negeri sendiri.
  9. Anehnya, si jahat dalam film spertinya lebih jahat dari teroris. Jahatnya tuh kayaknya bawaan dari lahir gitu. Terus yang jahat biasanya orang kaya, yang walaupun udah kaya tapi tetap nyari harta terus. Gambarin orang kaya pasti jahat.
  10. Yang paling terakhir, kira-kira abis nonton sinetron penonton dapat pengetahuan apa??? Jawabannya "nothing" alias zonk. Buang waktu doang. paling-paling yang keingat cuma siksaan-siksaan serta kekerasan yang ada dalam film.
Mungkin gak semua sinetron itu jelek, tapi sinetron yang bermutu itu cuma seberapa doank. Paling ingat "KELUARGA CEMARA" sama "KIAMAT SUDAH DEKAT". Sekarang sudah waktunya kita berteriak "ENOUGH" untuk acara tv yang tak bermutu, dan mulai berhenti menonton sinetron yang ceritanya hanya menjadi racun dalam pikiran. Kalau rating sinetron yang gk berkualitas dan muraha udah turun, pasti akan diganti dengan sinetron yang lebih bermutu. Just info di Facebook juga ada gerakan anti sinetron murahan, kalau mau lihat klik disini, tapi yang buat bukan saya lho. Buat yang suka nonton televisi, just be wise !!!! GB us !!!!!

Review Film: Red Cobex











Directed by Upi

Produced by Chand Parwes Servia

Pemeran

1. Tika Panggabean : Mama Ana (Ambon/Maluku)

2. Sarah Sechan : Bo. Bariah (Madura)

3. Cut Mini : Cik Memey (Cina/Tionghoa)

4. Indi Barends : Tante Lisa (Manado)

5. Aida Nurmala : Yu Halimah (Jatim)

6. Lukman Sardi : Yopie (Ambon/Maluku)

7. Revalina S. Temat : Astuti

8. Irfan Hakim : Ramli

9. Shanti : Ipah

Sinopsis

Di suatu kampung, ada satu gang atau kelompok yang menamakan diri mereka RED COBEX, yang terdiri dari Mama Ana, Bo. Bariah, Cik Memey, Tante Lisa, Yu Halimah dan Yopie. Gang selalu ini menjaga kampung mereka dari berbagai tindakan kriminal seperti Judi, penjualan VCD n DVD bajakan, miras dll.

Karena mencuri di toko emas milik mantan suami Mama Ana, Gang Red Cobex ditangkap oleh polisi. Beberapa hari kemudian Yopie dibebaskan dari penjara. Yopie dijemput oleh temannya bernama Ramli dan tinggal bersama temannya itu yang sudah menikah. Hal ini karena rumah milik Yopie dan Mama Ana telah disita oleh petugas. Suatu hari, tanpa sengaja Yopie bertemu dengan wanita idamannya yang bernama Astuti. Yopie kemudian bekerja di restoran tempat yang sama dengan Astuti bekerja itu karena restoran tersebut membutuhkan searang pelayan yang baru. Selang beberapa waktu kemudian, Yopie mengungkapkan perasaannya kepada Astuti dan mereka berdua akhirnya berpacaran. Ketika, Gang Rex Cobex keluar dari penjara mereka langsung melamar Astuti untuk menikah dengan Yopie dan lamaran itu diterima oleh keluarga Astuti.

Pesan film ini:

Film ini memberikan banyak pesan moral. Salah satu yang paling mencolok adalah “Jangan menilai seseorang itu hanya dari luar atau fisik saja (kulit hitam, rambut keriting dsb), karena fisik belum tentu dapat menentukan seberapa besar baik atau buruknya orang tersebut.


Tapi, film ini ada terdapat kekurangan yaitu bahasa daerah yang digunakan tidak ada teks atau artinya sehingga tidak bias dipahami oleh penonton maksud dari bahasa tersebut.

Tapi disamping itu film adalah film yang bagus, lucu, dan layak ditonton.


by Hendi Temar Finger

 

Search This Blog

End Wellcome

Selamat Datang di Situs Latihan Finger Kine Klub

Translate

Total Tayangan Halaman