"FINGER goes to JAFF"
Ramai nya suasana di kota gudeg tanggal 13 desember 2011
berbeda dengan hari - hari biasanya, tak terheran lagi suasana kota ini semakin
riuh ramai orang datang, bertepatan dengan perayaan Jogja – Netpac Asian Film
Festival yang diadakan pada tanggal 13 sampai tanggal 17 Desember 2011 di kota
Gudeg, Jogjakarta. Perwakilan dari keluarga Finger Kine Klub Salatiga pun ikut
serta berpartisipasi sebagai peserta Community Forum pada tanggal 17 desember
di Lembaga Indonesia Perancis,yang di wakilkan oleh Hariyanto Tan Jaya, Wiwit
Anggraheni, Bayu Prasetyo Aji beserta rombongan.
Sungguh spektakuler JAFF ke – 6 ini, sebagai salah satu wadah
bertemunya para pecinta dan para sineas di kancah perfilman se-Indonesia,JAFF
kali ini sungguh memberikan kesan dan pengalaman yang sangat “amazing” bagi kami semua yang datang,
tepat pada tanggal 16 malam di kediaman mas Garin Nugroho,walaupun hujan turun
dengan deras nya, tak menggoyahkan keramahan antar peserta maupun undangan yang
datang, suasana semakin meriuh kala itu hujan semakin deras nya mengguyur kota
Gudeg, Jogjakarta.
Malam itu beberapa pedagang penjaja makanan di undang ke
kediaman mas Garin, sekalipun pendopo penuh sesak, namun semakin terasa
kehangatan dari seluruh hadirin yang datang, malam itu kami semua di sapa
hangat oleh mas Mail, mas Ifa Isfansyah, mas Garin berserta putri, mbak Kamila
Andini, tak lupa juga mas Budi Irawanto selaku direktur Festifal JAFF ke – 6 ini.Tak
pelak acara malam itu riuh karena malam itu acara syukuran atas mas Mail yang
baru saja mendapatkan nominasi film dari BUSAN Korea, mas Ifa Isfansyah yang
juga sedang berulang tahun, Tunangan mas Ifa Isfansyah, mbak Kamila Andini yang
juga mendapatkan penghargaan atas film “the mirror never lies” yang menang di
FFI 2011,juga mas B.W Purbanegara “popo” yang juga memenangkan penghargaan di
FFI 2011.
Acara berlanjut dengan saling mengobrol santai dengan Gareth
Huw Evans sutradara dari film “The Raid”,Nikolas Saputra, mba Lulu Ratna, mba
Dwi Sujanti Nugraheni,Jason Iskandar, B.W Purbanegara,Yusuf Radjamuda “papa
al”, dan masih banyak lagi senior per-filman hadir dipendopo.
Keesokan nya kami para peserta kembali akan menikmati suguhan
acara JAFF ke – 6 ini, kami Finger Kine Klub mulai menjajaki jalanan kota
Jogjakarta untuk menuju ke Gedung LIP(Lembaga Indonesia Prancis), acara community
forum dengan Finger Kine Klub sebagai pengisi partisipan acara JAFF,acara yang
di awali dengan menonton film produksi Finger Kine Klub ,”Notasi Cinta” by
Hariyanto Tan, kemudian “Dewasa ≠ 18 plus” by Ver Conda, dan yang terakhir “Terancam”.
Walaupun tak penuh sesak forum komunitas waktu itu namun tetap
berjalan dengan baik, dan didalam acara forum komunitas tersebut berjalan
dengan baik.
Beranjak dari gedung LIP rombongan Finger Kine Klub beranjak
menuju Taman Budaya Yogjakarta, untuk menikmati film “dalam tanda tanya”
garapan mas Hanung Bramantyo.
Sembari menuju waktu closing ceremoni mobil kecil kami pun
memutar roda untuk sekedar menikmati indah nya kota Yogjakarta, menikmati
suasana Yogjakarta sebelum pada akhir nya kami harus meninggalkan kota ini, dan
kembali ke dalam rutinitas kami masing –masing.
Jam tangan sudah menunjuk ke arah jam 7.00 pm.
Closing ceremony pun berlangsung namun, karena kami rombongan
dari Finger Kine Klub terlambat masuk jadi kami tak sempat menikmati puncak
acara JAFF ke – 6 ini.Namun kami tak bersedih hati, kesan yang di dapat dari
perayaan ini benar – benar membekas indah di dalam pemirsanya, termasuk kami
Finger Kine Klub.
Cheers..
By : Wiwid Finger ( Divisi HUMAS)
By : Wiwid Finger ( Divisi HUMAS)







0 comments:
Posting Komentar