twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail


"FINGER goes to JAFF"


Ramai nya suasana di kota gudeg tanggal 13 desember 2011 berbeda dengan hari - hari biasanya, tak terheran lagi suasana kota ini semakin riuh ramai orang datang, bertepatan dengan perayaan Jogja – Netpac Asian Film Festival yang diadakan pada tanggal 13 sampai tanggal 17 Desember 2011 di kota Gudeg, Jogjakarta. Perwakilan dari keluarga Finger Kine Klub Salatiga pun ikut serta berpartisipasi sebagai peserta Community Forum pada tanggal 17 desember di Lembaga Indonesia Perancis,yang di wakilkan oleh Hariyanto Tan Jaya, Wiwit Anggraheni, Bayu Prasetyo Aji beserta rombongan.

Sungguh spektakuler JAFF ke – 6 ini, sebagai salah satu wadah bertemunya para pecinta dan para sineas di kancah perfilman se-Indonesia,JAFF kali ini sungguh memberikan kesan dan pengalaman yang sangat “amazing” bagi kami semua yang datang, tepat pada tanggal 16 malam di kediaman mas Garin Nugroho,walaupun hujan turun dengan deras nya, tak menggoyahkan keramahan antar peserta maupun undangan yang datang, suasana semakin meriuh kala itu hujan semakin deras nya mengguyur kota Gudeg, Jogjakarta.

Malam itu beberapa pedagang penjaja makanan di undang ke kediaman mas Garin, sekalipun pendopo penuh sesak, namun semakin terasa kehangatan dari seluruh hadirin yang datang, malam itu kami semua di sapa hangat oleh mas Mail, mas Ifa Isfansyah, mas Garin berserta putri, mbak Kamila Andini, tak lupa juga mas Budi Irawanto selaku direktur Festifal JAFF ke – 6 ini.Tak pelak acara malam itu riuh karena malam itu acara syukuran atas mas Mail yang baru saja mendapatkan nominasi film dari BUSAN Korea, mas Ifa Isfansyah yang juga sedang berulang tahun, Tunangan mas Ifa Isfansyah, mbak Kamila Andini yang juga mendapatkan penghargaan atas film “the mirror never lies” yang menang di FFI 2011,juga mas B.W Purbanegara “popo” yang juga memenangkan penghargaan di FFI 2011.

Acara berlanjut dengan saling mengobrol santai dengan Gareth Huw Evans sutradara dari film “The Raid”,Nikolas Saputra, mba Lulu Ratna, mba Dwi Sujanti Nugraheni,Jason Iskandar, B.W Purbanegara,Yusuf Radjamuda “papa al”, dan masih banyak lagi senior per-filman hadir dipendopo.

Keesokan nya kami para peserta kembali akan menikmati suguhan acara JAFF ke – 6 ini, kami Finger Kine Klub mulai menjajaki jalanan kota Jogjakarta untuk menuju ke Gedung LIP(Lembaga Indonesia Prancis), acara community forum dengan Finger Kine Klub sebagai pengisi partisipan acara JAFF,acara yang di awali dengan menonton film produksi Finger Kine Klub ,”Notasi Cinta” by Hariyanto Tan, kemudian “Dewasa ≠ 18 plus” by Ver Conda, dan yang terakhir “Terancam”.
Walaupun tak penuh sesak forum komunitas waktu itu namun tetap berjalan dengan baik, dan didalam acara forum komunitas tersebut berjalan dengan baik.
Beranjak dari gedung LIP rombongan Finger Kine Klub beranjak menuju Taman Budaya Yogjakarta, untuk menikmati film “dalam tanda tanya” garapan mas Hanung Bramantyo.

Sembari menuju waktu closing ceremoni mobil kecil kami pun memutar roda untuk sekedar menikmati indah nya kota Yogjakarta, menikmati suasana Yogjakarta sebelum pada akhir nya kami harus meninggalkan kota ini, dan kembali ke dalam rutinitas kami masing –masing.

Jam tangan sudah menunjuk ke arah jam 7.00 pm.
Closing ceremony pun berlangsung namun, karena kami rombongan dari Finger Kine Klub terlambat masuk jadi kami tak sempat menikmati puncak acara JAFF ke – 6 ini.Namun kami tak bersedih hati, kesan yang di dapat dari perayaan ini benar – benar membekas indah di dalam pemirsanya, termasuk kami Finger Kine Klub.

                Cheers..


By : Wiwid Finger ( Divisi HUMAS)

0 comments:

 

Search This Blog

End Wellcome

Selamat Datang di Situs Latihan Finger Kine Klub

Translate

Total Tayangan Halaman